JAMBERITA.COM - Pada September 2018 lalu, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Jambi yang diukur oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,335.
Angka ini meningkat 0,001 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2018.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Dadang Hardiwan mengatakan Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2018 tercatat sebesar 0,351 turun dibandingkan Gini Ratio di Maret 2018 yang sebesar 0,354.
"Sedangkan Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2018 tercatat sebesar 0,295 turun dibandingkan Gini Ratio Maret 2018 yang sebesar 0,308," ungkapnya, Jumat (18/1/2019).
Selain itu, Dadang juga menyebut, di September 2018 itu, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 20,15 persen.
"Artinya, pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah," jelasnya.
Dadang melanjutkan semakin tinggi nilai Gini Ratio menunjukkan ketimpangan yang semakin tinggi. Jika di rinci menurut wilayah, Dadang menyebut di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 18,29 persen yang artinya berada pada kategori ketimpangan rendah.
"Sementara untuk daerah perdesaan angkanya tercatat sebesar 22,15 persen, yang berarti juga termasuk dalam ketimpangan rendah," terangnya.
Secara nasional, kata Dadang, Gini Ratio Jambi pada Maret 2010 tercatat sebesar 0,304 dan meningkat menjadi 0,340 pada Maret 2011. Lalu, Gini Ratio turun pada September 2013 menjadi 0,327 dan naik terus hingga Maret 2015 mencapai angka tertinggi yaitu sebesar 0,361.
"Pada September kembali turun menjadi 0,344 dan sejak Maret 2017 sampai September 2018 cenderung stagnan di 0,334 sampai 0,335," tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio didaerah perkotaan pada September 2018 tercatat sebesar 0,351.
"Angka ini menurun sebesar 0,003 poin dibanding Gini Ratio Maret 2018 yang sebesar 0,354. Untuk daerah perdesaan Gini Ratio September 2018 tercatat 0,295. Angka ini juga menurun sebesar 0,013 poin dibanding Gini Ratio Maret 2018 sebesar 0,308," jelasnya.
Untuk diketahui, terdapat 9 Provinsi dengan angka Gini Ratio lebih tinggi, yaitu Provinis Daerah Istimewa Yogyakarta (0,422), Gorontalo (0,417), Jawa Barat (0,405), Papua (0,398), Sulawesi Tenggara (0,392), Papua Barat (0,391), Nusa Tenggara Barat (0,391), DKI Jakarta (0,390), dan Sulawesi Selatan (0,388). (afm)
BPJS Kesehatan Jelaskan Aturan Main Urun Biaya dan Selisih Biaya JKN-KIS
Paket Berisi 4 Ekor Anak Buaya Diamankan Petugas Bandara Sultan Thaha
Waduh... Puluhan Desa di Wilayah Provinsi Jambi Belum Teraliri Listrik
Kapolda dan Danrem Satu Tim Lawan Kalangan Jurnalis, Ini Hasilnya
Pamit Jelang Sertijab, Danrem 042 Gapu Ajak Kapolda dan Kalangan Media Berolahraga di Farewell Game
Keppres Pemberhentian Zumi Zola Sudah Terbit, Ini Pesan Kemendagri ke Fachrori


Genjot Kinerja Pembinaan Hukum, Kakanwil Jajaran Ikuti Arahan BPHN


